Uncategorized

Kenali Tuberkulosis (TBC): Penyakit Menular yang Masih Menjadi Masalah Kesehatan

Tuberkulosis atau yang lebih dikenal dengan TBC merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis. Penyakit ini paling sering menyerang paru-paru, meskipun dalam beberapa kasus juga dapat menyerang bagian tubuh lain.

Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!

TBC menular melalui udara, yaitu saat seseorang yang terinfeksi TBC batuk, bersin, atau mengeluarkan percikan dahak. Oleh karena itu, penting bagi masyarakat untuk mengetahui gejala, cara penularan, serta upaya pencegahannya.

Situasi TBC di Dunia dan Indonesia

Secara global, TBC masih menjadi salah satu penyebab kematian akibat penyakit menular. Dalam 200 tahun terakhir, TBC diperkirakan telah menyebabkan sekitar 1 miliar kematian di seluruh dunia.

Pada tahun 2023, diperkirakan terdapat sekitar 10,8 juta orang di dunia yang menderita TBC, dan sekitar 1 juta orang meninggal akibat penyakit ini.

Di Indonesia sendiri, kasus TBC masih cukup tinggi. Pada tahun 2023, Indonesia menyumbang sekitar 10% dari total kasus TBC di dunia, atau sekitar 1,1 juta kasus. Bahkan diperkirakan pada tahun 2025 terdapat sekitar 1.090.000 orang yang sakit TBC dan 125.000 orang meninggal akibat TBC.

Indonesia juga menempati peringkat kedua di dunia dalam jumlah kasus dan kematian akibat TBC.

Situasi TBC di Wilayah Puskesmas Sidorejo Lor

Sepanjang tahun 2025, telah ditemukan 108 kasus TBC di wilayah kerja Puskesmas Sidorejo Lor, Kecamatan Sidorejo, Kota Salatiga.

Data ini menunjukkan bahwa TBC masih menjadi masalah kesehatan yang perlu mendapatkan perhatian bersama, baik dari tenaga kesehatan maupun masyarakat.

Gejala Tuberkulosis (TBC)

Gejala utama TBC adalah:

Batuk, baik batuk berdahak maupun tidak berdahak yang berlangsung cukup lama.

Selain itu, terdapat beberapa gejala lain yang dapat muncul, seperti:

  • Pembesaran kelenjar getah bening di leher, ketiak, atau selangkangan
  • Demam meriang dan badan terasa lemas
  • Nyeri dada dan sesak napas
  • Nafsu makan menurun
  • Berat badan menurun

Apabila mengalami gejala-gejala tersebut, masyarakat dianjurkan untuk segera memeriksakan diri ke fasilitas pelayanan kesehatan untuk mendapatkan pemeriksaan lebih lanjut.

Cara Mencegah Tuberkulosis

Pencegahan TBC dapat dilakukan melalui penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), di antaranya:

  • Mengonsumsi makanan bergizi seimbang
  • Berolahraga secara teratur
  • Tidak merokok dan tidak mengonsumsi minuman beralkohol
  • Membuka jendela dan pintu rumah setiap pagi agar sirkulasi udara baik
  • Menjemur alat tidur seperti kasur dan bantal secara berkala

Bagi penderita TBC, penting untuk melakukan beberapa hal berikut:

  • Menutup mulut saat batuk atau bersin
  • Tidak membuang dahak sembarangan
  • Minum obat secara teratur dan menyelesaikan pengobatan sampai tuntas

TBC Bisa Disembuhkan

TBC dapat disembuhkan apabila penderita menjalani pengobatan secara teratur hingga selesai sesuai anjuran tenaga kesehatan. Pengobatan TBC biasanya berlangsung selama beberapa bulan dan harus diminum secara rutin.

Apabila pengobatan tidak dilakukan secara teratur, kuman TBC dapat menjadi resisten terhadap obat, sehingga pengobatan menjadi lebih sulit.

Oleh karena itu, mari bersama-sama meningkatkan kesadaran untuk mengenali gejala TBC sejak dini, melakukan pemeriksaan, serta menjalani pengobatan sampai tuntas.

Masyarakat yang mengalami gejala TBC dapat melakukan pemeriksaan di Puskesmas Sidorejo Lor untuk mendapatkan pelayanan pemeriksaan dan pengobatan.

Open chat
1
Butuh Bantuan?
Scan the code
Admin Rifki:
Halo, Terimakasih sudah berkunjung ke website Puskesmas Sidorejo Lor.
Ada yang bisa kami bantu?