Artikel

Penyakit Campak Meningkat, Kenali Gejala dan Cara Pencegahannya

Penyakit campak kembali menjadi perhatian karena jumlah kasusnya meningkat di beberapa wilayah. Campak merupakan penyakit infeksi saluran pernapasan yang disebabkan oleh virus Morbillivirus dan dikenal sebagai salah satu penyakit yang sangat mudah menular.

Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!

Satu orang penderita campak dapat menularkan penyakit ini hingga 18 orang lainnya, terutama pada mereka yang belum memiliki kekebalan tubuh terhadap virus tersebut.

Situasi Campak Saat Ini

Di Indonesia, kasus campak mengalami peningkatan yang dipengaruhi oleh menurunnya cakupan imunisasi dalam beberapa waktu terakhir.

Data menunjukkan bahwa pada tahun 2025 terdapat 63.769 kasus suspek campak dengan 116 kejadian luar biasa (KLB) yang telah dikonfirmasi laboratorium di 16 provinsi.

Sementara itu hingga Februari 2026, tercatat 8.810 kasus suspek campak dengan 12 KLB yang dikonfirmasi di 6 provinsi.

Kondisi ini menunjukkan bahwa campak masih menjadi masalah kesehatan yang perlu diwaspadai oleh masyarakat.

Cara Penularan Campak

Virus campak dapat menular melalui:

  • Percikan ludah saat penderita batuk atau bersin
  • Penularan melalui udara (airborne)
  • Kontak dengan benda yang terkontaminasi virus

Karena tingkat penularannya sangat tinggi, penyakit ini dapat menyebar dengan cepat terutama di lingkungan dengan cakupan imunisasi yang rendah.

Gejala Penyakit Campak

Masa inkubasi campak, yaitu waktu dari paparan virus hingga munculnya gejala, rata-rata sekitar 10 hari.

Gejala yang sering muncul antara lain:

  • Demam tinggi
  • Batuk dan pilek
  • Mata merah (konjungtivitis)
  • Ruam merah pada kulit (makulopapular)
  • Gatal pada kulit
  • Kadang disertai diare

Siapa yang Berisiko Tinggi?

Kelompok yang paling berisiko terkena campak adalah:

  • Anak yang belum atau tidak lengkap imunisasi Campak-Rubella (MR)
  • Anak dengan status gizi kurang
  • Orang dengan daya tahan tubuh rendah

Komplikasi yang Bisa Terjadi

Jika tidak ditangani dengan baik, campak dapat menyebabkan komplikasi serius seperti:

  • Pneumonia (radang paru)
  • Ensefalitis (radang otak) yang dapat menimbulkan kejang
  • Dehidrasi berat akibat diare
  • Kerusakan otak progresif seperti Panensefalitis Sklerosis Subakut
  • Bahkan dapat berujung pada kematian

Cara Mencegah Penyakit Campak

Pencegahan paling efektif terhadap campak adalah melalui imunisasi.

Masyarakat dapat berperan aktif dalam mencegah penularan dengan cara:

  1. Memastikan anak mendapatkan imunisasi MR lengkap pada usia 9 bulan, 18 bulan, dan saat kelas 1 SD.
  2. Berpartisipasi dalam kegiatan imunisasi tambahan yang diselenggarakan pemerintah.
  3. Segera membawa anak ke fasilitas kesehatan jika mengalami demam disertai ruam merah.
  4. Menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) seperti memakai masker saat sakit, menerapkan etika batuk, dan rajin mencuci tangan.

Lindungi Anak dari Campak

Campak adalah penyakit yang sangat menular namun dapat dicegah dengan imunisasi. Oleh karena itu, penting bagi orang tua untuk memastikan anak mendapatkan imunisasi lengkap sesuai jadwal.

Mari bersama menjaga kesehatan anak-anak kita dengan melengkapi imunisasi MR sejak dini.

Jika anak mengalami gejala campak atau membutuhkan informasi lebih lanjut mengenai imunisasi, masyarakat dapat berkonsultasi ke Puskesmas Sidorejo Lor.

Open chat
1
Butuh Bantuan?
Scan the code
Admin Rifki:
Halo, Terimakasih sudah berkunjung ke website Puskesmas Sidorejo Lor.
Ada yang bisa kami bantu?