Waspadai Leptospirosis di Musim Penghujan

Pada musim hujan terdapat banyak genangan air disekitar kita. Genangan air tersebut tidak hanya sebagai tempat perkembangbiakan nyamuk Demam Berdarah Dengue (DBD). Namun juga berpotensi menularkan penyakit leptospirosis.
Leptospirosis merupakan penyakit yang disebabkan oleh bakteri leptospira yang dapat menginfeksi pada manusia maupun hewan. Manusia paling sering terinfeksi melalui kontak pekerjaan, atau kontak dengan urin hewan pengangkut, baik langsung atau melalui air / tanah yang terkontaminasi. Risiko manusia terinfeksi tergantung pada paparan terhadap faktor risiko. Semua umur dan jenis kelamin (laki dan perempuan sama) bisa terserang Leptospirosis.

Tanda penyakit leptospirosis antara lain demam mendadak lebih dari 38.5 derajat Celcius, sakit kepala, lemah, mata merah, kekuningan pada otot, dan nyeri betis. Tanpa pengobatan, leptospirosis dapat menyebabkan kerusakan ginjal, meningitis (peradangan selaput di sekitar otak dan tulang belakang), gagal hati, gangguan pernapasan, dan bahkan kematian.

Paska munculnya gejala, penderita leptospirosis biasanya akan pulih dalam waktu 1 minggu setelah system imunitas dapat mengalahkan infeksi. Tetapi pada sebagian penderita bisa mengalami tahap ke dua dengan ditandai dada terasa nyeri,serta kaki dan tangan yang bengkak. Selama terserang tahap ke dua, bakteri leptospira dapat menyerang organ lain seperti organ pada paru-paru, ginjal, otak dan jantung.

Upaya pencegahan penyakit ini antara lain dengan menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat dalam kehidupan sehari-hari. Misalnya mencuci tangan dengan sabun saat dan setelah beraktivitas, memakai sarung tangan, sepatu boot saat di kebun, sawah, dan tempat potensial lainnya, serta membersihkan sarang tikus dan genangan air.